Selasa, 13 September 2011

Maafkan Aku, Kawan

Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tetapi dengan tanpa berkata-kata. Dia menulis di atas pasir : " Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku. "

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mrncoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil di selamatkan oleh sahabatnya. ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya mulai hilang, dia menulis di sebuah batu : " Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku. "



Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, " Mengapa setelah saya melikai hatimu, kau menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di batu ? "

Temannya tersenyum sambil menjawab, " Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Namun jika sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar